Jumat, 10 Agustus 2012

contoh laporan ptk quran hadits

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan baik tujuan kelembagaan maupun tujuan pembelajaran. Belajar diartikan sebagai proses perubahan  tingkah laku dari individu berkat adanya interaksi antara individu dan individu  dengan lingkungannya. "Perubahan yang berarti bahwa seseorang setelah mengalami proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuan, keterampilan, maupun aspek sikap".[1] Dengan demikian proses pembelajaran akan berdampak langsung terhadap keberhasilan pembelajaran.
Kita semua berkeinginan bahwa tujuan yang akan kita capai mendapat hasil yang sangat memuaskan, oleh karena itu proses pembelajaran harus optimal sehingga keberhasilan guru mengajar dan siswa belajar serta kemampuan siswa menguasai materi pelajaran mendapat nilai dengan indikator yang sangat memuaskan.
Teks Al-Qur’an dan Hadits dalam menyampaikan pokok-pokok isinya memiliki cara dan strategi tersendiri sehingga mampu diterima oleh semua kalangan dengan berbagai tingkat daya nalar pembacanya. Tetapi, menurut pengamatan peneliti banyak siswa yang kurang mampu dalam memahami isi kandungan Al-Qur'an dan Hadits tersebut sehingga bisa menyebabkan kesalahan persepsi tentang maksud isi kandungan yang sebenarnya dan pada akhirnya akan salah  menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kesalahan atau ketidaktepatan dalam menentukan strategi pembelajaran dalam materi isi kandungan Al-Qur'an dan Hadits sering  menyulitkan siswa dalam memahaminya, bahkan bisa menimbulkan kesalahan persepsi yang pada akhirnya tujuan dari pembelajaran tersebut tidak tercapai. Oleh karenanya strategi pembelajaran dalam konteks kognitif atau aspek pemahaman sangat penting ditekankan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
Dari masalah tersebut di atas perlu suatu strategi/model pembelajaran agar siswa mendapatkan  kemudahan dalam memahami materi isi kandungan Al-Qur'an dan Hadits, sebab pemahaman siswa terhadap materi pelajaran merupakan kunci sukses dalam menguasai pelajaran secara utuh dan baik.
Strategi Peer Lessons (belajar dari teman) merupakan salah satu strategi yang dapat menjawab permasalahan tersebut di atas karena strategi Peer Lessons merupakan sebuah strategi alternatif dalam pembelajaran yang aktif, efektif dan menarik yang mencakup prestasi akademik, peningkatan kepercayaan diri dan motivasi belajar serta interaksi antar siswa.

B.     Rumusan Masalah dan Rencana Pemecahan Masalah
1.      Rumusan Masalah
Problem yang dihadapi peneliti saat ini adalah kurangnya tingkat pemahaman siswa terhadap isi kandungan Al-Qur'an dan Hadits di kelas      XI IPS 2 MAN 1 Martapura, maka untuk mengatasi masalah tersebut peneliti  menggunakan strategi pembelajaran Peer Lessons.
Sesuai dengan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : Apakah  strategi Peer Lessons dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap isi kandungan      Al-Qur'an dan Hadits di kelas XI IPS 1 MAN 1 Marapura ?
2.      Rencana Pemecahan Masalah
Untuk dapat menjawab permasalahan dalam penelitian ini, maka tindakan kelas dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a.       Kegiatan Awal
1)      Mengawali pembelajaran, mengucapkan salam dan berdoa.
2)      Mengamati dan mengarahkan sikap siswa.
3)      Melakukan tes penjajakan (pre-test).
4)      Mengingatkan pelajaran yang telah diterima dan mengaitkannya pada pelajaran yang baru.
5)      Menjelaskan dengan singkat tentang tujuan dan proses pembelajaran yang akan dijalani siswa.
b.      Kegiatan Inti
1)    Guru membagi siswa menjadi 4 kelompok sesuai dengan segmen materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran.
2)    Masing-masing kelompok diberi tugas untuk mempelajari satu topik materi. Kemudian mengajarkannya kepada kelompok lain.
3)      Guru meminta setiap kelompok untuk menyiapkan metode untuk menyampaikan materi kepada teman-teman sekelas.
4)      Guru memberi  waktu yang cukup untuk persiapan.
5)      Setiap kelompok menyampaikan materi sesuai tugas yang telah diberikan.
6)      Setelah semua kelompok melaksanakan tugas, guru memberikan klarifikasi materi yang perlu.
7)      Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajari
c.       Kegiatan Akhir
1)      Memberikan penegasan dan menyimpulkan materi pelajaran.
2)      Memberikan post tes untuk mengetahui hasil pembelajaran.
3)      Memberikan tugas mandiri untuk mendalami materi ajar.
4)      Menanamkan nilai-nilai dan pesan-pesan positif bagi siswa.
5)      Melakukan relaksasi bersama untuk menjernihkan daya pikir.
6)      Mengakhiri pelajaran dengan mengucap salam dan hamdalah.

C.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mendeskripsikan penggunaan strategi Peer Lessons dalam pembelajaran isi kandungan Al-Qur'an dan Hadits guna meningkatkan pemahaman siswa kelas XI IPS 1 MAN 1 Martapura.
2.      Untuk mengetahui sejauh mana sikap siswa terhadap penggunaan strategi Peer Lessons dalam mata pelajaran Al-Qur'an Hadits.



D.     Manfaat Penelitian
Pembelajaran Al-Qur'an Hadits dengan materi pokok memahami isi kandungan Al-Qur'an dan Hadits melalui strategi Peer Lessons ini diharapkan bermanfaat bagi :
1.                              Guru
a.       Memperoleh data hasil pembelajaran siswa;
b.      Mendapatkan umpat balik tentang strategi Peer Lessons;
c.       Meningkatkan kecakapan akademik;
d.      Meningkatkan cara belajar siswa aktif;
e.       Meningkatkan hubungan (interaksi) dengan siswa;
f.       Sebagai indikasi untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar;
g.      Sebagai bahan penelitian bagi peneliti selanjutnya.
2.                              Siswa
a.       Meningkatkan prestasi belajar, seperti pemahaman, penguasaan, mutu proses dan transfer belajar dari kelompok ke individu;
b.      Meningkatkan sikap positif siswa terhadap sikap dan pengembangan motivasi belajar;
c.       Pembelajaran melalui strategi Peer Lessons membangkitkan motivasi belajar keterampilan berkomunikasi;
d.      Efektif mendorong siswa untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi pelajaran;
e.       Menumbuhkan minat kepercayaan diri siswa, dan wawasan lebih luas;
f.       Meningkatkan partisipasi siswa dalam KBM;
g.      Tepat dalam memahami isi kandungan Al-Qur'an dan Hadits.
3.      Sekolah
Penelitian ini dapat memberikan sumbangan yang bermanfaat dalam rangka perbaikan pembelajaran dan mutu sekolah.



[1] Usman, Moh. Uzer, Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1990.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar